Keragaman Hayati
Keragaman hayati (Biodiversity) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bentang alam dan kondisi geologis Geopark Gunung Tambora. Kawasan di sekitar Gunung Tambora menyimpan. Kawasan di sekitar Gunung Tambora menyimpan keragaman hayati flora dan fauna yang tinggi, sebagian diantaranya merupakan spesies langka yang harus dilindungi.
KERAGAMAN FAUNA
Berbagai jenis satwa liar menjadikan kawasan konservasi Gunung Tambora sebagai habitat mereka. Beberapa klas satwa liar yang hidup di kawasan hutan Gunung Tambora adalah klas mamalia, klas primata, klas reptil, dan klas aves.
Terdapat delapan jenis burung yang dilindungi, salah satu jenis diantaranya merupakan spesies prioritas terancam punah dan dua jenis burung endemik NTB. Di antara jenis burung yang dilindungi dan terancam punah spesiesnya sehingga populasinya harus meningkat sebanyak 3% dari baseline data 2008 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor SK. 132/IV KKH/2011 tanggal 8 Juli 2011 adalah Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua suphurea)
KERAGAMAN FLORA
Keragaman flora tersebar di kawasan hutan Gunung Tambora dan terdapat 275 spesies tumbuhan dengan beberapa jenis diantaranya merupakan tumbuhan endemik. Kawasan hutan Gunung Tambora terdiri dari kawasan Cagar Alam seluas 23.849,81 Ha, dan Taman Buru seluas 26.130,25 Ha. Berdasarkan ketinggian dari atas permukaan air laut, kawasan hutan Gunung Tambora dikelompokkan menjadi tiga tipe ekosistem hutan, yaitu :
- Tipe hutan musim (1 – 1000 mdpl)
- Tipe hutan hujan tropis (1000 – 2000 mdpl)
- Tipe hutan savana (> 2000 mdpl)
Terdapat 275 spesies tumbuhan yang tersebar di kawasan hutan Tambora, diantaranya merupkan tumbuhan yang memiliki peranan penting bagi komunitas flora di hutan Gunung Tambora, seperti : Ancronychia trifoliata, Casuarina junghuhniana, Elaeocarpus batudulangii, Elsholtzia pubescens, dan Engelhardia spicata.



